
Radboud University, Belanda – Dalam upaya memperkuat jejaring internasional dan meningkatkan kualitas pendidikan medis menuju World Class University (WCU), Dr. dr. Natalia Dewi Wardani, Sp.K.J.(K) yang merupakan Ketua Program Studi Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) telah melaksanakan kunjungan strategis ke Radboud University dan sejumlah institusi kesehatan mental di Belanda. Kegiatan yang berlangsung pada 6-17 Oktober 2025 ini mencakup pertukaran wawasan mengenai kurikulum residensi, inovasi layanan klinis, hingga inisiasi kolaborasi riset triangle Radboud University Belanda, Universitas Diponegoro Indonesia, dan Kamboja.
Pertukaran Budaya dan Penanganan Klinis

Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi mendalam mengenai aspek budaya dalam penanganan kesehatan mental, khususnya depresi pascamelahirkan (postpartum depression). Diskusi ini melibatkan perbandingan perspektif penanganan di Kamboja, Indonesia, dan Belanda, menyoroti pentingnya materi edukasi yang sensitif terhadap konteks budaya lokal masyarakat.
Delegasi juga melakukan kunjungan ke Klinik Psikiatri “Arsis” di Oss untuk mempelajari sistem pelayanan kesehatan mental berbasis komunitas. Salah satu temuan menarik adalah prosedur perlindungan hak pasien yang ketat, di mana hakim dan pengacara terlibat langsung dalam mengevaluasi keputusan rawat inap paksa, guna memastikan prosedur medis berjalan sesuai standar hak asasi manusia.
Inovasi Pendidikan dan Fasilitas Modern

Dalam aspek pendidikan, kunjungan ke HAN University of Applied Sciences memberikan wawasan baru mengenai metode pembelajaran interaktif. Delegasi diperkenalkan pada fasilitas laboratorium keterampilan (skill lab) mutakhir yang menggunakan boneka simulasi canggih dengan operator untuk melatih respons mahasiswa terhadap berbagai skenario klinis. Selain itu, fasilitas terapi kreatif seperti ruang terapi seni dan drama juga menjadi sorotan sebagai bagian integral dari pemulihan pasien.
Terkait pendidikan dokter spesialis, diskusi dengan pihak Radboud University menyoroti sistem kurikulum residensi yang terstruktur menggunakan standar kompetensi CANMAT dan portofolio digital. Hal ini menjadi referensi berharga bagi pengembangan kurikulum pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Partisipasi di Forum Internasional dan Rencana Kolaborasi
Sebagai bagian dari pengembangan keilmuan, dr. Natalia juga turut berpartisipasi dalam 38th ECNP Congress (European College of Neuropsychopharmacology) di Amsterdam, sebuah forum bergengsi yang membahas aplikasi ilmu saraf terkini.

Kunjungan ini menghasilkan rencana tindak lanjut yang konkret, yakni inisiasi kerja sama International Mental Health Association (IMHA) yang melibatkan Belanda, Kamboja, Thailand, dan Indonesia. Beberapa program yang dicanangkan meliputi:
- Pertukaran mahasiswa untuk mata kuliah elektif Psikiatri Sosial.
- Penyelenggaraan Summer Course daring yang melibatkan pembicara dari empat negara pada pertengahan 2025.
- Pertemuan rutin “Triangle” antara Belanda, Kamboja, dan Indonesia untuk mematangkan kurikulum dan riset bersama.
Kegiatan ini diharapkan dapat mengakselerasi peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan jiwa di lingkungan Universitas Diponegoro serta memperluas dampak positifnya bagi masyarakat luas.
