Sebagai bentuk respons cepat terhadap situasi pascabencana, dr. Emeraldy  mewakili Prodi Kedokteran Jiwa FK UNDIP yang tergabung dalam D-DART (Diponegoro Disaster Assistance Response Team) Batch III telah melaksanakan tugas kebencanaan di wilayah Maninjau dan Palembayan pada 17-21 Desember 2025.

Misi ini berfokus pada pemberian Psychological First Aid (PFA), pendampingan Orang Dengan Skizofrenia (ODS), serta penguatan layanan kesehatan jiwa di tingkat puskesmas untuk memastikan penyintas mendapatkan penanganan holistik, tidak hanya fisik tetapi juga psikologis.


Hari 1: Pendampingan Psikososial di Maninjau

Perjalanan dimulai di Jorong Nagari dan Jorong Labuh, Maninjau. Kondisi kedua desa ini cukup memprihatinkan dengan dampak banjir batu yang menghancurkan hunian serta menutup lahan produktif warga. Kegiatan Hari pertama ini dilakukan bersama dengan tim DKJPS Kemenkes (dr. Eduar, Sp.K.J)

Dalam pemantauan tim, ditemukan dinamika psikologis yang kontras:

  • Anak-anak: Cenderung stabil tanpa tanda-tanda distress akut.

  • Lansia & Ibu-ibu: Menunjukkan kecemasan tinggi, terutama saat hujan turun atau menjelang malam.

Intervensi yang dilakukan:

  1. PFA & Edukasi Mitigasi: Melalui dialog dan validasi emosi, tim memastikan para ibu dan lansia memiliki kesiapan mental serta mengetahui jalur evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
  2. Homevisit ODS: Tim melakukan kunjungan rumah terhadap ODS yang sempat mengalami gejala melantur. Berkolaborasi dengan Puskesmas setempat, tindakan pemberian injeksi obat antipsikotik dilakukan untuk stabilisasi kondisi pasien.

 

Hari 2: Menembus Keterbatasan Akses di Palembayan

Memasuki hari kedua, tim bergerak ke Jorong Data Munti, Palembayan. Meski tidak terdampak langsung secara fisik, wilayah ini mengalami isolasi akibat infrastruktur yang terputus, sehingga akses warga ke fasilitas kesehatan terhambat.

Fokus Kegiatan:

  • Pelayanan di Puskesmas Pembantu: Menangani 3 pasien psikiatri (termasuk kasus dengan riwayat NAPZA). Tantangan utama adalah ketidakpatuhan minum obat, sehingga tim melakukan koordinasi ketat dengan Puskesmas untuk pemantauan berkelanjutan.

  • Homevisit Pasien Skizofrenia: Melakukan evaluasi terhadap dua pasien ODS. Salah satu pasien dengan kecurigaan Retardasi Mental mendapatkan perhatian khusus terkait komunikasi, sementara pasien lainnya dipastikan tetap stabil dengan melanjutkan regimen Olanzapine.

 

Hari 3: Penguatan Layanan Klinis di Puskesmas Palembayan

Pada hari ketiga, fokus beralih pada penguatan layanan formal dengan pembukaan Poli Psikiatri di Puskesmas Palembayan. Beberapa pasien berhasil ditangani dengan berbagai diagnosis, antara lain:

  • Skizofrenia Tak Terinci (termasuk dengan riwayat penggunaan zat).

  • Depresi Sedang dengan Keluhan Somatik.

  • Gangguan Campuran Cemas dan Depresi.

Luka akibat bencana sering kali tidak hanya membekas pada tanah dan bangunan, tetapi juga pada batin para penyintas. Melalui dukungan kesehatan jiwa, D-DART berkomitmen untuk menemani masyarakat menjahit kembali harapan yang sempat koyak, memastikan bahwa di tengah reruntuhan, kekuatan mental tetap terjaga untuk bangkit kembali