Pemulihan pascabencana sejati tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur yang terlihat oleh mata. Lebih dari itu, pemulihan yang utuh adalah tentang bagaimana kita merawat luka yang dirasakan oleh jiwa. Kesembuhan yang hakiki hadir saat raga kembali bugar dan harapan kembali tegak berdiri.

Melanjutkan estafet misi kemanusiaan, dr. Satya hadir mewakili Program Studi Kedokteran Jiwa FK Undip dalam misi D-DART (Diponegoro Disaster Assistance Response Team) Batch IV. Bertugas pada 24-28 Desember 2025, tim menyisir wilayah Maninjau, Palembayan, dan Malalak untuk mengawal resiliensi jiwa masyarakat terdampak. Berikut adalah catatan perjalanan kami:

Hadir untuk Menguatkan (Hari ke-1)

Langkah awal dimulai di Puskesmas Koto Alam dan Posko SDN 05 Kayu Pasak. Di lokasi ini, dukungan psikososial mulai dialirkan secara intensif. Tim memberikan Psychological First Aid (PFA) kepada kelompok rentan, yakni lansia dan anak-anak.

Untuk mengembalikan keceriaan anak-anak yang sempat pudar, tim mengadakan terapi bermain serta membagikan susu dan alat kebersihan. Meskipun akses jalan sempat terputus kembali akibat banjir susulan di daerah Maninjau, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk memastikan setiap warga mendapatkan perhatian medis dan psikis yang layak.

Dekat di Hati melalui Home Visit (Hari ke-2)

Misi berlanjut menuju Puskesmas Malalak dan Posko Jorong Limo Badak. Hari kedua terasa lebih personal karena tim melakukan pendekatan Home Visit atau kunjungan langsung ke kediaman warga. Dengan mendatangi rumah-rumah, tim dapat memberikan dukungan emosional yang lebih mendalam dan spesifik sesuai kondisi keluarga masing-masing.

Selain pendampingan bagi lansia, tim juga membagikan modul psikososial. Modul ini dirancang sebagai panduan praktis bagi masyarakat agar mampu melakukan pemulihan mandiri dan saling menjaga kesehatan mental di lingkungan terkecil mereka.

Sinergi Medis dan Penguatan Spiritual (Hari ke-3)

Misi diakhiri di wilayah Puskesmas Maninjau dan Posko Jorong Labuah Sei Batang. Pada tahap ini, penguatan dilakukan secara holistik melalui aspek fisik dan batin. Tim memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dengan menyerahkan bantuan obat-obatan dan Bahan Habis Pakai (BHP) bagi Puskesmas Maninjau.

Menyadari bahwa spiritualitas adalah pilar penting dalam resiliensi masyarakat Indonesia, tim juga memberikan dukungan spiritual berupa pembagian tasbih dan buku doa sebagai penguat batin. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi terapi bermain terakhir dan pembagian nutrisi tambahan bagi anak-anak di wilayah tersebut.


Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan D-DART Batch IV berjalan dengan lancar. Keberhasilan misi ini tidak lepas dari dukungan serta doa yang menyertai setiap langkah tim di lapangan.

Semoga setiap ikhtiar kecil yang kami lakukan ini dapat menjadi pelipur lara dan pemantik semangat bagi saudara-saudara kita di Sumatera Barat untuk bangkit kembali.

Resiliensi Jiwa, Pulih Bersama.